Kebahagiaan Binusian

Kebahagiaan adalah hak. Dan seperti semua hak, kitalah yang diharapkan datang untuk menjemputnya.

Jika kita ingin bahagia, maka kita pun harus mendahulukan tercapainya kebahagiaan orang lain.

Kebahagiaan adalah masalah keputusan,..

Kadang kala keputusan-keputusan sering kali dikerdilkan oleh ketidak cukupnya ketegasan.

maka tegaslah untuk memutuskan :

Waktu untuk berbahagia adalah sekarang,

Tempat terbaik untuk berbahagia adalah disini,

Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.

Orang bekerja keras untuk mencari kebahagiaan, sering lupa menjadikan dirinya pantas untuk menjadi pribadi yang berbahagia.

Dalam kesibukannya dia menelantarkan hubungan baik dengan keluarga dan orang lain, dia pun meletakan kepentingan diatas kepentingan banyak orang, dia meninggikan dirinya dengan cara merendahkan orang lain, dia menggunakan kekerasan untuk menuntut orang untuk berlaku hormat kepadanya.

Dan itu yang menyebabkan dirinya menjadi tidak bahagia. Maka anjurannya,

Jadilah sebab bagi kebahagiaan,

Perasaan kita di tentukan oleh apa yang kita kerjakan dan yang kita hindari,

karena

tidak mungkin bagi kita untuk berbahagia dalam menghindari melakukan yang baik.

 

Maka jangan hidari pikiran yang baik, jangan hindari pikiran yang baik, dan tentunya jangan hindari tindakan yang baij.

Muliakan kehidupan, muliakan jiwa yang anda sentuh. 

Dari motivatorku, Mario teguh.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.