We Live for Special or Nothing

Seorang sahabat perempuan, sebut saja Y, mengeluh suatu hari.

Y: Saya nggak habis pikir dengan pacar saya, dia banyak sekali mengatur bagaimana saya harus berbicara & bertingkah laku…

Saya (X) balik bertanya.
X: Kamu bekerja kan?

Y: Ya (dengan mantap)!

X: Berapa gaji yang diberikan perusahaanmu?

Y: sKitaran 2,5 juta per bulan…

X: Oke. Untuk sejumlah itu, apakah kamu menuruti semua perintah yang diwajibkan perusahaan?

Y: Tentu…

X: Sebagai tenaga frontline. Apakah kamu harus berpakaian dengan seragam yang sudah ditentukan?

Y: Ya.

X: Bergaya rambut tertentu?

Y: Ya.

X: Masuk & pulang tentunya juga harus dengan jam-jam tertentu? Bahkan lebih? Melembur juga mesti patuh kan?

Y: Ya.

X: Singkatnya 1/3 harimu setiap hari hilang kebebasannya sama sekali untuk 2,5 juta?

Y: Ya! Tapi semua pekerjaan kan seperti itu….

X: Oke…. Apakah pacarmu yang kamu anggap mengatur itu, punya komitmen untuk masa depan kalian?

Y: Ya!

X: Baikkah tujuan-tujuannya menurutmu?

Y: Baik sih…

X: Lebaynya. Apakah menurutmu ia akan mengorbankan jiwa raganya untuk kebahagiaan kalian? Melimpahkan kehidupanmu lebih penuh? Dan ingin selalu mendamaikan hatimu?

Y: Ya tentu, ngapain pacaran kalau nggak begitu…

X: Apakah ia juga sering memberikan sesuatu lain, hadiah-hadiah, dan segala tetek bengek dengan maksud menyenangkanmu?

Y: Saling lah….

X: Apakah kalau bisa kamu rupiahkan nilai setia, pengorbanan dan lain-lainnya dari pacarmu itu bisa seharga dengan 2,5 juta?

Y: Pasti berlipat-lipatlah!

X: Terus, perlukah menurutmu, kamu sangat kritis dan selalu mengeluhkan dengan marah kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh dan untuk kalian berdua, yang nilai keketatannya tidak separuhnya dari jumlah yang diharuskan perusahaan kepadamu?

X: Ia memberikan segalanya yang bernilai berlipat-lipat dari 2,5 juta… Tidak adilnya, kamu mengijinkan yang 2,5 juta memperbudakmu, tetapi tidak memberi peluang kekasihmu, orang yang akan menjadi pribadi terdekat seumur hidupmu, yang tentu pengabdiannya tidak bisa dihitung dengan angka-angka, untuk sedikit saja menikmati kesepakatan dan kedamaian bersamamu!

X: So adillah dalam berpikir, dan setialah kepada yang membesarkan pribadimu…

SOURCE from : PUF

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.